Ads Right Header

Buy template blogger

Peringati Hari Santri, FKUB Pacitan Gelar Dialog Kebangsaan



Lensakota-Dialog Kebangsaan, Sabtu, 21 Oktober 2023, menjadi salah satu agenda Peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Pacitan tahun 2023 ini.

Kegiatan yang dilakukan di Gedung Karya Dharma ini, diselenggarakan oleh Panitia Hari Santri bekerjasama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dengan thema Moderasi Beragama.

Acara didahului dengan laporan panitia penyelenggara yang disampaikan oleh Ketua FKUB Kabupaten Pacitan, Akhmad Munib Shiradj.

Ahmad Munib yang juga menjadi pemateri dalam dialog ini, menegaskan perlunya menemukan akar perusak kerukunan antar umat beragama. "Selain lebih mengedepankan pesan-pesan kesejahteraan dan kedamaian". ungkapnya.

Bupati Pacitan, yang diharapkan membuka acara berhalangan hadir., kemudian diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Pandu Surya Pratikno.

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Pandu, Bupati menjelaskan bahwa perbedaan itu sesutu yang pasti ada. "Maka perbedaan mesti dikelola dengan baik, agar tidak kontraproduktif".

"Untuk itu saya sampaikan terimakasih kepada semua fihak, khususnya FKUB yang telah mengadakan dialog-dialog seperti ini, untuk menjaga kerukunan dan perdamaian di tengah perbedaan yang ada", lanjut Pandu.

Pemateri dialog Drs. Mukaram dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pacitan, menyampaikan kebijakan Kementerian Agama adalah lima strategi memperkuat Moderasi Beragama.

Pertama, penguatan cara pandang, sikap dan praktik beragama jalan tengah. Kedua, penguatan harmonisasi dan kerukunan umat beragama.

Berikutnya adalah penyelarasan relasi agama dan budaya, Peningkatan kualitas pelayanan kehidupan beragama, dan yang kelima pengembangan ekonomi dan sumberdaya keagamaan.

Sesi dialog, dimanfaatkan peserta untuk menyampaikan pertanyaan dan pernyataan tentang pentingnya kerukunan beragama. Tidak hanya secara eksternal namun juga internal umat beragama.

Selain itu juga dipandang perlu memperluas dialog kebangsaan, terkait kerukunan dan moderasi beragama ini, utamanya adanya jurang pemisah antar generasi yang memiliki karakter dan budaya yang berbeda, sesuai era masing-masing.
Previous article
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Ads Post 4